News

Gemerlap Kota Judi Las Vegas Sekarang Mati Segan Hidup Tak Mau Karena Corona, Hotel Kelas Dunia Turun Tarif Bak Hotel Kelas Melati Itu Pun Sepi

Menjelajahi.com – Selama ini, siapa yang tidak tahu dengan nama Kota Las Vegas, Salah satu kota dengan perputaran uang paling banyak di Dunia. Salah satu kota paling terkenal seantero dunia dari negeri Paman Sam itu dulunya dikenal dengan gemerlap Dunia judi dan pariwisata kini meredup disapu pandemi Covid-19. Hotela kelas dunia bahkan turun tarif bak Hotel kelas Melati, itupun sepi.

Seperti dikutip Menjelajah.com dari laman detik travel, jika seperti kegiatan-kegiatan berkelas yang kerap dilakukan seperti  Consumer Electronics Show (CES) yang pada tahun lalu sangat diminati berubah drastis di tahun ini. Biasanya, pada bulan Januari, adanya CES di Las Vegas membuat hotel hingga restoran penuh.

Tahun lalu, ada 170.000 peserta CES yang diperkirakan menghasilkan USD 169 juta. Kini, pada masa pandemi, pameran hanya bisa dilakukan secara digital. Langkah itu pun dilakukan demi mencegah penyebaran virus Corona yang hingga kini masih mengkhawatirkan masyarakat di dunia.

Melansir CNN Indonesia, dampak gagalnya pameran CES tak hanya bagi perputaran uang bagi perusahaan yang menjadi anggota pameran. Tapi juga orang-orang yang bekerja di dalamnya.

“Uang saya perlahan-lahan menetes. Saya kehabisan,” kata salah satu pekerja di pameran CES Las Vegas, Gina Muoio.

Di sisi lain, pemilik hotel juga ikut terdampak. Saat pandemi ini mereka sudah membanting harga kamar dari USD 400 menjadi USD 45 hingga USD 25 per malam, tepi ternyata kedatangan tamu tak seperti yang diharapkan. Bahkan hotel ternama seperti Mirage dan Encore ditutup karena sepi pengunjung.

Asosiasi perjalanan Amerika Serikat mengutip data firma riset ekonomi pariwisata, yang memperkirakan bahwa pandemi sudah mengakibatkan kerugian sebesar USD 500 miliar sejak Maret. Ditambah dengan pajak yang harus dibayar sekitar USD 64,4 miliar.

Sementara itu, menurut menteri Ekonomi Pariwisata, Adam Sacks, perjalanan rekreasi yang diharapkan bisa memulihkan pariwisata diperkirakan tak akan kembali seperti semula hingga 2022. Bahkan mungkin akan memakan waktu hingga 2024 atau lebih untuk perusahaan dan perjalanan bisnis untuk sepenuhnya pulih.

Untuk kota-kota seperti Las Vegas, untuk melihat ekonomi yang berarti orang harus merasa nyaman untuk bepergian lagi, berada di dalam ruangan lagi dan bersedia mengeluarkan uang, kata Ketua RCG Economics yang berbasis di Las Vegas, John Restrepo.

Previous post
Strategi Wisata Mangrove Ala Menteri Sandiaga Uno, Dibuat Kekinian dan Bisa Jadi Konten TikTok
Next post
5 Daftar Kolam Renang Murah Bagus Dan Paling Rekomended Di Bogor